Cerita, Cinta, dan Kita

Rabu, 15 Juli 2020

Masih Menata Hati

Terlalu dini untuk menghadapi ini semua
Sepertinya aku tidak pantas berada di lingkaran ini
Batinku tersiksa, hatiku hancur
Dunia yang seperti ini bukan dunia yang aku inginkan

Pikiran-pikiran jenuh terus menekan batinku
Entah, apakah aku kuat sampai nanti berada di garis finish
Atau justru aku menyerah dan memilih berbalik arah

Habis air mata ini
Tak ada satupun yang ingin mengerti
Sebenarnya aku tidak tahu ingin menjadi apa aku ini

Hingga akhirnya memilih mencoba dan terjerumus di dalamnya
Aku ingin menyerah
Tak sanggup menaklukan rintangan dunia

Aku lelah...

Yogyakarta, 15 Juli 2020
05.49 WIB
Read More

Selasa, 07 Juli 2020

Aku Menyerah

Aku lelah
Bila hanya aku yang mencoba
Tidak ada kepuasan dalam hati ini
saat melihatmu melakukannya

Aku sudah tidak di lingkaran masa kecil
Aku mengerti,
Melihat dan memahami setiap gerakmu
Ternyata bukanlah yang kau inginkan

Aku menyerah
Bila hanya aku yang mencoba
Ada aku dan kamu, bukan hanya aku ataupun hanya kamu
Kita harus mencobanya dengan tekad yang kuat
Bilamana hasilnya tak sesuai harapan
Aku takkan mengalah
Aku takkan mundur

Aku menyerah
Untuk terus memacu mu dalam kesungguhanku

Aku menyerah
Untuk terus memaksa mu dalam keinginanku

Aku menyerah
Untuk terus mengajakmu berjalan bersamaku

Yogyakarta, 07 Juli 2020
08.36 WIB
Read More

Rabu, 01 Juli 2020

Menghilang Bersamamu

Disana, akan ku tunjukkan satu tempat yang belum pernah kau lihat
Mari bersembunyi dan menghilang dari keramaian dunia
Kita dengan mereka tak sama, begitu juga aku denganmu
Tak perlu kita melihat mereka

Habiskan saja dulu kecewamu,
setelah itu pegang tanganku dan kita kembali berlari
Hadapi dunia yang kejam tak berbelas kasih

Kita sudah kehabisan air mata untuk menangis
Kita sudah kehabisan kata untuk mengeluh
Sudahi saja
Biarkan semua terjadi sebagaimana mestinya

Aku selalu bersamamu.

Yogyakarta, 01 Juli 2020
10.49 WIB
Read More

Senin, 25 Mei 2020

Atas nama "Teman"

Aku sudah muak terpenjara dalam lingkaran kebohongan dengan dalih pertemanan. Aku bosan dengan semua narasi yang kau karang. Bila memang sudah tak ada lagi tautan dalam hati kita, pergilah cari tempat yang membuatmu nyaman. Aku tidak lagi mau terus mengikutimu, lelah menapaki jejak yang kau tinggalkan di sepanjang jalan.
Mungkin kau tahu, bagaimana rasanya jika yang lain dapat berbicara denganmu atas apa yang mereka ketahui, sedang aku hanya berpura-pura menjadi si tuli dan si bisu atas apa yang kalian bicarakan.

Aku bukan orang yang dengan mudahnya berteman, bisa kau hitung berapa temanku. Bahkan yang kau bilang teman baikku pun bisa kau hitung hanya dengan 5 jari. Sampai saat ini aku pun tak tahu, masihkah kau menjadi teman baikku?

Teman bukan Tuhan yang tahu segalanya tentangmu, teman juga bukan malaikat yang terus mencatat segala yang kau perbuat. Bagimu, seperti apakah teman itu? Apakah aku masuk dalam definisi teman yang kau buat?

Salah satu kekuranganku adalah tak bisa menyembunyikan "ketidaksukaan" pada sesuatu ataupun siapapun. Aku sering menyakiti setelah aku merasa tidak lagi dihargai, tidak lagi dianggap keberadaanku. Aku tidak peduli, karena seperti itulah caraku menunjukkan ketidaksukaanku padamu. Dan hal inilah yang masih menjadi PR bagiku setiap harinya untuk terus berbenah diri.

Sudahlah, aku sudah tak mau tau apapun lagi tentangmu. Aku muak dengan semua kebodohan yang mengatasnamakan teman.
Ceritamu milikmu, ceritaku milikku.

Yogyakarta, 25 Mei 2020
11.27 WIB
Read More

Jumat, 15 Mei 2020

Hari Belum Berganti

Senja belum berpulang
Hari masih belum berganti
Urutan peristiwa hari ini masih mengenang
Aku menjadi pribadi lusuh yang tak tahu diri

Mengukur nikmat dengan jemari di tangan
Tak ingat dengan apa yang sudah dicapai
Aku menggusur kenangan dengan tangis yang tak reda
Aku, manusia hina yang selalu menghitung derita

Berjuta cara ditunjukkan
Namun aku tetap bergeming
Meluluhlantakkan bingkai nikmat yang terpampang lebar
Dusta hati ini melihat mereka bahagia
Sedang aku, masih direndam pilu

Yogyakarta, 15 Mei 2020
9.04 WIB
Read More

Kamis, 16 April 2020

Malam, jangan cepat pergi

Seringkali saat malam datang dan mata belum ingin terpejam. Hal yang pasti ku lakukan adalah memandang wajah teduhmu yang damai. Sesekali diiringi suara dengkuran halus yang menandakan betapa lelahnya dirimu. Dalam hening air mataku sering mengalir tanpa perintah saat ku pandangi wajahmu yang lelap. Teriring doa di setiap malamku untukmu, imamku.
Menjalani hari bersamamu terkadang lelah. Lelah untuk terus tertawa, bahkan sampai harus menangis akibat tingkah lucu mu yang seringkali tak masuk di akal.
Aku mencintaimu dalam bangun dan tidurmu, sayang. Terkadang menatap wajahmu saat terlelap membuatku sedikit terkekeh, mengingat tingkah lakumu hari ini yang membuatku merasa konyol. Aku seperti mereview hari bersamamu. Ingin mengusap lembut pipimu, tapi aku takut akan mengganggu tidurmu.
Bahagia bisa melihatmu tidur dengan nyenyak di sampingku, setelah segala usaha yang kau lakukan untukku agar selalu bahagia. Aku tahu, kau pasti lelah. Diam-diam ku telisik guratan lelahmu, sayang. Terima kasih untuk terus berusaha membuatku tertawa, membuatku bahagia, membuatku bisa bertingkah layaknya balita.
Bersabarlah selalu untuk mendidikku menjadi istri yang baik, jangan pernah lelah membimbingku untuk menjadi istri yang sholehah. Teruslah membersamaiku sampai kita kembali dipertemukan Allah di jannah-Nya.

Yogyakarta, 16 April 2020
23.45 WIB
Read More

Jumat, 10 April 2020

Kembalilah Bumiku


Langit berabu kian membisu
Diam bergetar menghentak seisi bumi
Menyusuri kelamnya sudut-sudut bumi
Mengiringi mereka yang kembali ke bumi

Waktu terus berjalan tanpa henti
Tak memberi ampun siapapun yang ingin berhenti
Skenario suram sudah dimulai saat ini

Mereka yang dulu menantang langit
Kian menunduk menatap tanah yang basah
Satu persatu bumi mulai memilah
Sesiapa yang membuat lelah akan kembali ke tanah

Langit kelabu kini membiru
Riuh jalanan kini tinggal kenangan
Kecamuk masa lalu semakin menggebu
Memori indah masih rapi tersimpan

Sudahlah wahai bumi
Kami sudah mengakui
Terlampau banyak dosa yang tertanam dalam hati
Maafkan kami, manusia-manusia yang tak tahu diri
Aku tak mau berdiri diantara mereka yang mati

-Hariyatunnisa Ahmad-
Yogyakarta, 10 April 2020
22.30 WIB
Read More

Pageviews

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Description

Seorang istri, anak, kakak, adik, dan pendidik.

Pages - Menu

Friendship