Cerita, Cinta, dan Kita

Minggu, 17 Juni 2018

Tentangmu (lagi)

Aku selalu bersyukur bisa didampingi olehmu. Lelaki hebat yang luar biasa. Lelaki yang tak pernah berkata kasar, yang selalu membalas dengan lembut meskipun aku meninggi, yang tak pernah marah meski salahku fatal sekalipun.
Sedari dulu hingga kini, kau tak pernah berubah. Bila dekat selalu membuatku tertawa, bila jauh selalu membuatku rindu. Saat ini takdir masih ingin membuat kita saling merindu dalam doa, semoga takdir juga yang akan membuat kita bersama dalam ikatan. Aku selalu merasa beruntung bisa menemukan dan ditemukan olehmu, karena aku yakin takkan ada yang sepertimu.
Aku ingin tumbuh bersamamu, di dekatmu, disampingmu, beriringan, tidak mendahuluimu juga tidak meninggalkanmu. Aku bahagia, kau mau berubah bersamaku, kau mau belajar bersamaku, kau mau menuntun dan membimbingku. Aku selalu merasa bersyukur bisa bersamamu, kau yang selalu mendengarkanku, yang bisa meredam emosiku, yang mampu menenangkanku, dan kau yang selalu mengalah untuk menunjukkan kesalahanku.
Aku selalu merasa spesial bersamamu, kau selalu punya cara yang berbeda untuk menuntunku, kau mampu mengajakku berpindah ke tempat yang lebih baik dan nyaman. Bersamamu saat ini adalah kebahagiaan, bersamamu di masa depan adalah harapan.
Kau yang selalu mewujudkan semua harapanku, maka aku yakin harapanku bersamamu di masa depan pasti akan terwujud. Aku percaya padamu.

Cirebon, 17 Juni 2018
22.04 WIB
Read More

Rabu, 13 Juni 2018

Tak ada yang berubah


Hari ini adalah hari pertama kita berjumpa setelah kau ungkap rasa itu tempo hari. Kau manusia yg luar biasa, yg mampu menyembunyikan rasa yg telah terpendam sekian lama. Dari matamu aku tau, ada getaran yg tak tertahan yg ingin membuncah namun terkekang. Dari tatapanmu aku tau, ada sesuatu yg menggema yg ingin kau sampaikan namun tak kuasa. Dari bahasa tubuhmu aku tau, ada cinta yg terpendam jauh dalam sanubari, ditekan sampai ke dasar sampai tak muncul kembali, bahkan sampai tak terlihat sedikit pun.
Ada perih yg tersirat dalam tawamu, ada segores luka dari setiap senyummu, dan ada doa yg tersimpan di setiap kata2mu.
Terima kasih untuk selalu jadi teman yg luar biasa untukku, kau yg mampu aku andalkan, yg selalu ada kapanpun aku butuhkan. Meskipun perih, kau selalu berusaha untuk menyembunyikannya, kau aktor paling handal yg pernah ku temui. Terima kasih, terima kasih, dan terima kasih.

Sahabatmu,
yang selalu menyimpan rindu disetiap jarak

Cirebon, 13 juni 2018
00.23 WIB
Read More

Sabtu, 12 Mei 2018

Tak terlihat

Tidak ada lagi yang mampu ku percaya. Semua tipu muslihatmu sudah ku telan bulat-bulat. Tiada lagi kata yang bisa memegang teguh semua janji. Sudahi permainan ini, anggap saja aku sudah gugur sebelum maju berperang. Tak perlu membantuku untuk berdiri, aku mampu menopang tubuhku sendiri.



Cirebon, 12 Mei 2018
Pukul 21.59 WIB
Read More

Sabtu, 14 April 2018

Bersamamu~

Mendengarkan cerita-cerita konyol yang tak penting adalah salah satu hal yang membuatku ingin terus bertemu.
Denganmu, aku merasa tak butuh apapun lagi selain dirimu.
Kamu, yang menjadi alasan untuk aku terus tertawa, melupakan segala hal yang bisa membuatku gila.
Bersamamu, sulit ku jelaskan bagaimana seharusnya kebahagiaan itu terpancar.
Hei kamu, yang bisa terus membuatku tertawa. Tingkahmu yang tak masuk akal selalu terngiang dan membuatku ingin tertawa jika mengingatnya.
Aku bahagia. Sudah, itu saja.

-Hariyatunnisa Ahmad-
Surakarta, 14 April 2018
22.22
Read More

Rabu, 28 Februari 2018

Di sini, di sampingku

Ada hari dimana aku menyerah, dan ia tetap tegak berdiri. Ada hari dimana kami beriringan dengan kokoh menghalau badai. Aku tak mengerti, terkadang aku lelah dan membutuhkan istirahat lalu kembali berdiri dan berjalan bersamanya, tapi ia tak pernah beristirahat sedetikpun, menjauhkan pandangannya dariku saja tak pernah.
Aku pernah dipapahnya, menapaki selintas jalan yang suram, dan aku hanya diam mengikuti. Ia tahu kapan aku harus beristirahat, dan kapan harus berjalan, tak pernah memaksa. Tapi, aku selalu memaksanya untuk tetap berdiri dan melindungiku dari segala serangan yang mungkin datang. Terdengar egois memang, tapi begitu kenyataannya.
Aku tak ingin menjadi orang jahat yang berlindung dibalik tubuhnya, aku pun sama sekali saja, meskipun itu sangat singkat dan tak berarti, aku bisa melindunginya. Namun sayangnya, hal itu tak pernah terjadi.
Aku menyayangkan diriku sendiri yang tak pernah bisa melakukan segalanya sendiri, dan ia harus tetap membantu, dengan atau tanpa paksaan.
Jangan pernah berubah untuk terus berjalan bersamaku, memapahku saat aku mulai menyerah, memberiku ruang untuk beristirahat di saat aku lelah, dan melindungiku dari apapun yang mengancam. Tetaplah seperti sekarang, meski waktu terus berputar dan hari tak akan berhenti, di sini, di sampingku, kuatkan bahumu untukku bersandar.

Surakarta, 28 Februari 2018
22.02 WIB
Read More

Senin, 25 Desember 2017

F3AL

Kembali ku temukan serpihan yang sempat menghilang. Mengapa semua ini saling berkaitan? Aadakah campur tanganmu agar kau tak terlepas dari pikiranku? Saat semua berjalan sesuai dengan apa yang ku harapkan, tak ada jeda, tak ada jejak dirimu, baik di hatiku maupun jemariku. Kini kau kembali hadir, bukan dengan sosok tubuh yang bisa ku gapai, bayangmu yang menggerogoti pikiranku dan membuka masa di waktu dulu. Biarkan aku berjalan dengan apa yang ku pilih -tanpamu- jangan lagi kau sesalkan waktu yang hilang karena kecerobohanmu. Aku bukan kesalahan yang bisa kau sesalkan kehadirannya, aku juga bukan kebenaran yang bisa kau andalkan. Menjauhlah dari apa yang kau tinggalkan, tak perlu membuka waktu yang telah rapat tertutup tirai malam. Aku tak ingin kau ada di sini, di sampingku.
Read More

Sabtu, 07 Oktober 2017

Surat Terbuka di Waktu Mendatang

Teruntuk suami di masa depanku yang sampai saat ini senantiasa di rahasiakan Sang Pencipta, izinkan aku berkata-kata sebelum kita dipersatukan.
Aku, seorang perempuan yang penuh dengan amarah, manja, dan sangat menyebalkan. Aku tak pernah bisa mencintai seseorang dengan benar, caraku selalu salah. Semoga padamu, yang ditakdirkan untuk menemani masa tuaku, menemaniku menikmati rinai hujan di atas balkon dengan segelas teh hangat, semoga hanya padamu caraku mencinta adalah tepat, waktu ku mencinta teramat istimewa. Kau yang teristimewa, aku ingin mencintaimu seperti kecintaanku pada hujan. Seburuk apapun hujan, aku tak pernah membencinya, aku tak pernah merutuknya, segenting apapun keadaannya saat hujan, tetap saja aku mencintainya. Untukmu suamiku di masa depan, yang sampai saat ini masih belum bisa ku jangkau, tuntunlah aku menjadi bidadari sholehahmu, genggam tanganku dan tuntun aku menuju Jannah-Nya. Untukmu, suami di masa depanku, semoga Sang Pencipta senantiasa menjagamu. Kau tau? Aku pernah khilaf mencintai seseorang sebelum kau, aku bukan sholehah idaman, tapi semoga kau bisa menyempurnakan imanku, menerimaku yang berkali-kali masuk dalam rumah yang salah, yang akhirnya membawaku pada rumah terakhirku, rumah ternyaman untukku pulang, hatimu. Lelaki ku, semoga kau masih mau bersabar sampai Tuhan mempertemukan kita. Kehidupanku tak baik, maka baikkanlah. Hatiku tak cantik, maka cantikkanlah. Imanku tak sempurna, maka sempurnakanlah.

-Hariyatunnisa Ahmad-
Surakarta, 07 Oktober 2017
08.19 WIB
Read More

Pageviews

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Description

Seorang istri, anak, kakak, adik, dan pendidik.

Pages - Menu

Friendship