Cerita, Cinta, dan Kita

Kamis, 12 Juni 2014

Tanpa Judul 1

Bertutur kata lembut mengusik nurani
Menghela helai – perhelai benang kebebasan
Menarik lagi untaian tali kemenangan
Menghakimi mereka yang tak bersalah
Membuat derita pada kesatria kesetiaan
Menghujam darah yang tercampur peluh
Disetiap pertempuran…
Menyiapkan jalan terbaik untuk menghancurkan
Tak terbesit untuk bersama
Bersatu untuk menang!
Menyapu kekalahan, bersih tak ada sisa
Berlarilah! Selagi kau mampu
Berlari hingga tak ada yang akan menjemputmu
Pergi menyusuri jalanmu sendiri
Tak akan ada yang menghalangi
Aral rintangan takkan menyambutmu
Bersiaplah!
Kemenangan bukan untuk permulaan,
Karena kemenangan ialah akhir dari perjalanan
Maka berusahalah agar kemenanganmu abadi

Meski itu adalah akhir perjalananmu

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Pengampunan

Berlukiskan kuasa Illahi
Meraup rona canda lepas
Menghubungkan satu ikatan
Mengharap cahaya menutur Tuhan
Dalam pangkuanMu
Ku terduduk memohon ampun
Menengadahkan tangan
Berharap Yang Maha Esa menyambut hati ini
Dalam simpuhan ku menangis
MighrabMu menghantarkanku
Sampai kesudut tempat sana
Ucap syukur terlontar dari bibirku
Mengiba dihadapanMu
Mengharap belas kasih dariMu
Hingga tiba senja menutup mata
Melambai riang menyambut kesepian
Burung camar yang kembali pulang

Tak hirau tubuh kaku yang diam

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Mencari

Sejuk embun dipagi hari
Meraba kepenatan yang tersembunyi
Membaca segelintir kesalahan

Mungkin..
Hanyut terbawa ombak
Tergeletak terapung dilautan
Menghamtam karang
Diam…

Beribu makna tak berarti
Hingga akhir tak tersadari
Ya…
Hangatnya kini terasa

Pekat malam tertutup bintang
Tirai temaram yang mulai menjulur
Terbuka perlahan
Menampakkan kabar gembira

Penggalan kata para pujangga

Tak bermakna

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Penyesalan

Diatas bumi-Mu ku hidup
Dibawah anugerah-Mu ku bahagia
Meski kadang tak sadar diri
Berbuat seenaknya pada sesama 
Semua tahu bahwa hidup ini tak kekal
Dan pasti akan berakhir jua
Tapi mengapa masih ada yang berbuat dosa
Dengan kesadaran hatinya 
Dimana ada kehidupan
Disitu pasti ada kematian
Dimana ada duka
Pasti ada setetes suka yang tersisa
Kadang kami mengingat-Mu
Kadang kami melupakan-Mu
Begitu selalu yang dilakukan umat-Mu
Meski sadar dunia ini pasti akan hilang
Dan dunia mengirim jiwa yang mati
Pada keabadian yang sesungguhnya

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Pilu

Banyak kisah yang ia cipta
Berbagai butir emas telah ia raih
Dan beberapa bagian palsu ia hilangkan

Rajamnya kelabu, tak sepahit kehidupan
Banyak hal yang ia genggam
Bersama langkah tertatih yang ia buat
Berhasil mengunggah sesuatu yang baru

Tak khayal macan pun bertekuk lutut
Kini rimba ia kuasai

Tak khayal ku dibuatnya terpesona
Kecantikan alam tak seindah mulutmu !!

Binatang pun dapat menilai ....

Bintang malam yang tak hadir dalam kisahku
Menutup wajahnya karna malu
Tak ingin terlibat dalam ceritaku

Ia pergi ....

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Saksi Bisu

Semua kata – kata ini menjemukan !
Tak sampai untuk diucapkan
Tertekan bila terus disimpan
Menyesakkan selalu dipendam
Menghakimi lagi rindu yang menyelam

Dibawah dekapan Tuhan
Terus menyulam…
Menyulam angka – angka kematian
Berdesir berputar dengan leluasa
Para malaikat penjaga
Menyikapi telaga penuh dosa
Meremehkan insan yang terbiasa
menaungi keindahan yang tak berujung

Dalam…dalam merasuk hingga ke relung
Menusuk sendi – sendi yang tegang
Melumuri darah pada tulang yang kehausan

Hanya sebuah kepalsuan

Yang bersaksi atas lintasan kenyataan

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Sebuah Arti

Yang tak terpikirkan
Kembali datang
Menawan …
Penuh rona bahagia

Yang tak tersentuh
Hadir kembali
Menggapai angan yang tertunda

Yang tak terlihat
Kembali masuk
Halus…
Menelusup kalbu

Yang tak terjamah
Menggenggam kembali
Memeluk penuh paksa

Menangis…
Dengan air mata yang tertahan
Berbicara…

Dengan lidah yang tak bergerak

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Pageviews

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Description

Seorang istri, anak, kakak, adik, dan pendidik.

Pages - Menu

Friendship