Cerita, Cinta, dan Kita

Sabtu, 27 September 2014

Tanpa Judul 4

Satu hati ku jadikan jiwa
Penuh sesal raga ku serahkan
Entah kapan kan ku relakan
Saatnya nanti ku harus terima. . .

Pelangi suram penuh kesedihan
Tak nampak cahaya periangnya
Hingga jingganya berubah kelam

Indahnya kehidupan tak jua ku rasakan
Hingga hidup tak berbekal
Lekas menghilang dicambuk badai
Sampai kisah tak ingin berujung
Terus dan terus tertiup angin
Melambai penuh perih

Lekas terperih rasa ini
Jantung tak mau berhenti pada saatnya
Pergi ! bawalah pedih ini.

Sampai nanti kita bertemu dilain hari
Bermekaran bunga indah diwajah
Rona seri bahagia terpancar


nantikanlah ! tunggulah saat itu ....

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Karena Ini (Hati)

Saat kau mulai membuka hati
Berarti kau bersiap untuk disakiti
Kau tak tahu bagaimana sakitnya dicintai
Dan indahnya dilukai

Sakit bisa kau anggap indah bila kau menikmatinya
Dan bisa tersiksa bila kau menganggap itu luka
Bukan untuk siapa yang dicintai,
Tapi untuk apa menyakiti?

Tinggalkan semua lelah yang membosankan ini
Ingin berlari sekencang mungkin
Menghindar menjauh karena kau telah membuka hati
Dan karena aku tak ingin menyimpan luka dihatimu

Menunda semua peristiwa yang terjadi

Aku tak bisa !

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Dalam Genggamanmu

Ingin lagi mengulang yang telah lama terulang
Menyeka lagi derai air mata yang terusap
Menyatukan kisah yang berceceran

Awan hitam yang kian menghantui langit
Kini membuka celah untuk mentari bernafas
Membiarkan cahayanya menghilangkan kepenatan
Akankah selalu seperti ini?

Kembali menuju mesin waktu
Memutar jam yang terus berdentang melawan waktu
Aku disini, melihatmu yang selalu menatapnya

Kau yang berdiri disana,
Percepatlah langkahmu memilih jalan

Jangan biarkan hati menjadikanmu bimbang

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Cinta

Mampu kau rangkai indah cintamu
Namun tak kuasa kau rangkai kata
Yang berlumat kebahagiaan

Sepi hadirmu disini
Tak dapat ku tempuh jarak tanpamu
Hangat dekapanmu yang selalu kurasa
Mampu mengusir malam gelapku
Hadirkan bintang hati dalam langitku

Rembulan pagi
Dan mentari senja
Melambaikan lembayungnya
Meniti langkah untuk pergi

Lukislah luka dengan cintamu

Hingga terasa indahnya goresan itu

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Hujan Diawal April

Langit kembali membawaku mundur
Meresonansi  pikiran ke masa yang telah lewat
Membendungnya dan selalu menyimpannya
Hingga saatnya akan tertumpah ruah
Segala kenangan yang terbuang

Dalam rintik hujan yang turun membasahi
Pergi dan terurai bersama dengan semua kepedihan

Membalut luka yang kian menganga
Bersama dengan sebentuk senyuman penuh warna
Terjawab kesedihan yang terselip dalam riang
Memacu semangat yang semakin luntur
Membuka titik terang kehidupan

Membuka celah yang terus melebar
Kaki-kaki kecil yang dulu berlari
Dibatas jalan itu, melintas dihadapanku
Tawa-tawa riang tanpa beban

Semakin jauh berjalan
Merasuk memenuhi relung
Hingga tak lagi temui jalan kembali
Kenangan yang semakin hidup
Kian membuncah terpukul waktu

Aku rindu
Read More

Pulang

Kelam hari semakin terasa
Mungkin tak lagi ada bahagia
Lembayung senja sudah melambai
Menjemput kepingan hari yang tertinggal

Waktu kian menipis
Tak lagi ada kesempatan untuk mengulang
Sudah saatnya berpamitan
Tak akan mungkin lagi kembali

Sudahi hari,
Tutup mata dan bermimpilah
Disana kau akan dipertemukan
Dengan luka abadi yang membahagiakan

Aku kembali,
Menyusun derita yang sekian lama terurai
Merangkai lagi senyuman itu

Aku pergi...
Read More

Rangkulan Senja

Berkali-kali rintik hujan menghujam
Membuka lagi luka lama yang belum kering
Tajamnya pedang yang menghunus, terganti goretan pena yang memutus urat nadi

Sekali lagi menyapa pelangi
Membiarkan warnanya jatuh membasuh
Menyegarkan hati yang kelabu

Berharap kesekian
Nyanyian tanah berteman guruh
Menyepi, hilang bersama ditelaga air mata

Pintu yang masih tertutup
Berkarat untuk dibuka
Kabut selimuti kegundahan jiwa yang gelisah
Menyapu desiran luka yang berserakan
Hidup...
Menghidupkan rindu yang telah terkulai mati
Ditengah deburan ombak
Bernyanyi menyapa senja diujung mentari pasang

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Pageviews

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Description

Seorang istri, anak, kakak, adik, dan pendidik.

Pages - Menu

Friendship