Cerita, Cinta, dan Kita

Kamis, 12 Juni 2014

Pilu

Banyak kisah yang ia cipta
Berbagai butir emas telah ia raih
Dan beberapa bagian palsu ia hilangkan

Rajamnya kelabu, tak sepahit kehidupan
Banyak hal yang ia genggam
Bersama langkah tertatih yang ia buat
Berhasil mengunggah sesuatu yang baru

Tak khayal macan pun bertekuk lutut
Kini rimba ia kuasai

Tak khayal ku dibuatnya terpesona
Kecantikan alam tak seindah mulutmu !!

Binatang pun dapat menilai ....

Bintang malam yang tak hadir dalam kisahku
Menutup wajahnya karna malu
Tak ingin terlibat dalam ceritaku

Ia pergi ....

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Saksi Bisu

Semua kata – kata ini menjemukan !
Tak sampai untuk diucapkan
Tertekan bila terus disimpan
Menyesakkan selalu dipendam
Menghakimi lagi rindu yang menyelam

Dibawah dekapan Tuhan
Terus menyulam…
Menyulam angka – angka kematian
Berdesir berputar dengan leluasa
Para malaikat penjaga
Menyikapi telaga penuh dosa
Meremehkan insan yang terbiasa
menaungi keindahan yang tak berujung

Dalam…dalam merasuk hingga ke relung
Menusuk sendi – sendi yang tegang
Melumuri darah pada tulang yang kehausan

Hanya sebuah kepalsuan

Yang bersaksi atas lintasan kenyataan

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Sebuah Arti

Yang tak terpikirkan
Kembali datang
Menawan …
Penuh rona bahagia

Yang tak tersentuh
Hadir kembali
Menggapai angan yang tertunda

Yang tak terlihat
Kembali masuk
Halus…
Menelusup kalbu

Yang tak terjamah
Menggenggam kembali
Memeluk penuh paksa

Menangis…
Dengan air mata yang tertahan
Berbicara…

Dengan lidah yang tak bergerak

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Selendang Hati

Setelah hati kau tinggal pergi
Kini kau mencari dan mendaki
Mengharapkan sebuah pelangi datang menghampiri
Bagai bidadari ….

Entah apa yang kan kau bawa
Dalam kelamnya rinai hujan di udara
Hingga kepahitan terasa fana
Keasrian yang lenyap ditelan dunia
Tak mampu membuatmu jera

Cinta manakah yang kan kau pilih
Samudra hati, telaga suci takkan membuatmu pamrih
Sampai asingnya kata yang kau ucap lirih
Dan membuat nurani ini terasa perih

Hilanglah dalam kegelapan
Sampai kau tiada tertahan
Menepis segala kerinduan
Hingga datang badai hujatan
Kau tetap tegar berjalan menapaki jejak kehidupan

Ringankah bebanmu kini?
Hingga terlepas dari kepalsuan hati
Kau ucap janji tanpa kau ingkari
Namun sudut hati tak dapat dipungkiri

Dan kini kaupun mati !

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Senja

Langit menghitam
Jantung mulai berdentam
Memakan segala ruam
Menghabisi ruang kelam

Dalam riuh ku bersenandung
Memberi keindahan jiwa
Melayang penuh ambisi cinta
Mengitari angkasa biru

Menerjang angin yang menerpa
Melambai mengharap tempat berlabuh

Biar…
Biarkan ia mencari

Setitik ucapan manis yang melayang

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Senyuman Terakhir

Detik terakhir ku adalah saat ini
Memandangi wajahmu yang tak berisyarat
Senyuman terakhirmu adalah runtuhan hatiku

Aku tak berkata dan tak bersuara
Waktu bersamamu telah ku habiskan
Memeluk tubuhmu yang tak mendekapku
Senyum terakhirmu adalah tetesan air mataku
Aku tak bergerak dan masih terluka

Aku …..

Coba bertahan saat tubuhmu tertutup
Keranda hijau telah membawamu
Tanah merah telah menguburmu

Jauh dari bayang – bayangku
Aku mengingatmu ….

Senyuman terakhir yang telah kau berikan
Menjadi obat dalam hati yang terluka

Aku masih mengingatmu
Senyuman terakhir dan kenangan itu
Menjadi obat diwaktu sepiku

Kala aku mengenangmu

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Yang Terbaik

Saat dia datang, aku diam
Saat wajahnya terpampang, aku malu
Aku ingin menggapainya
Namun aku tak bisa

Diriku tak punya kuasa atas dirinya
Aku telah berikhtiar
Menunjukkan segala kemampuanku
Namun diatas kertas, itu maya bagiku
Aku ingin gapaimu
Meski sakit ….

Aku inginkan dirimu sejak belia
Ya, aku ingin kau menjadi bagian dalam hidupku

Tolong pahami citaku
Pahami juga cintaku

Ku harap dirimu menjadi yang terbaik untukku
Ya…meski kini tak bisa ku gapai dirimu
Mungkinlah itu yang terbaik untukku

-Hariyatunnisa Ahmad-
Read More

Pageviews

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Description

Seorang istri, anak, kakak, adik, dan pendidik.

Pages - Menu

Friendship